Lo tahu nggak perasaan itu? Ada satu tugas yang udah numpuk di to-do list lo selama berminggu-mingu, tapi lo selalu cari alesan buat nunda. "Ah, nanti aja deh." Atau "Mood-nya belum dapet nih." Padahal lo tahu banget tugas itu penting. Deadline makin dekat, tapi lo malah buka YouTube, scrolling Twitter, atau beberes meja yang nggak penting-penting amat.
Gue juga pernah ada di posisi itu. Rasanya kayak gunung es yang lo lihat dari jauh—besar, dingin, dan menakutkan. Setiap kali lo mau mulai ngerjain, otak lo langsung kasih seribu alesan buat ngelakuin hal lain.
Nah, kabar baiknya ada satu teknik klasik yang udah bantu jutaan orang di seluruh dunia ngelawan kebiasaan ini. Namanya Eat That Frog. Teknik ini dipopulerkan sama Brian Tracy dalam bukunya yang judulnya sama. Dan percaya atau nggak, ini game-changer banget buat lo yang kerja remote.
Gini analoginya. Bayangin setiap pagi lo punya satu "katak"—tugas paling berat, paling penting, dan paling bikin lo males ngerjain. Kalau lo nggak makan katak itu dari pagi, dia bakal ngintai lo sepanjang hari. Makin ditunda, makin gede rasa bersalahnya.
Brian Tracy bilang, "If you have to eat two frogs, eat the ugliest one first." Artinya, kerjakan tugas yang paling lo benci duluan, sebelum lo ngapa-ngapain.
Teknik ini sebenernya sederhana banget. Tapi efeknya ke produktivitas gila-gilaan, apalagi buat remote worker yang harus manage waktu sendiri tanpa ada supervisor yang ngawasin dari belakang.
Ini dia ilmu yang menarik. Willpower atau kekuatan mental lo itu sumber daya yang terbatas. Begitu lo bangun tidur, stok willpower lo penuh. Setiap keputusan kecil yang lo ambil—baju apa yang dipake, sarapan apa, HP dicek apa enggak—semua itu nguras energi mental lo.
Makanya kalau lo nunda tugas berat ke siang atau sore, lo bakal ngerjainnya dalam kondisi akanpower yang udah habis. Hasilnya? Lo makin gampang tergoda buat procrastinate lagi.
Untuk remote worker, ini makin krusial. Tanpa commute, lo punya energi ekstra yang biasanya kepake di perjalanan. Sayang banget kalau energi itu dipake buat buka email atau meeting yang nggak penting.
💡 Fakta sains: Kortisol (hormon stres) alami paling tinggi di pagi hari. Manfaatin ini buat tackle tugas berat—bukan buat panik, tapi buat fokus ekstra.
Nggak usah ribet. Lo bisa mulai terapkan teknik ini mulai besok pagi dengan langkah-langkah di bawah ini.
Sebelum tidur, luangin 5 menit buat nulis satu tugas yang paling penting dan paling berat buat besok. Bukan tiga tugas, bukan lima. Satu aja. Tulis di kertas, Notion, atau Todoist. Simpen di tempat yang bakal lo lihat pertama kali pas bangun.
Begitu lo bangun dan duduk di meja kerja—atau di pojok ruang tamu yang lo pake jadi workspace—langsung kerjakan tugas itu. Jangan buka apapun dulu. Bukan email, bukan grup WhatsApp kantor, apalagi social media. Langsung ngerjain frog lo.
Ini penting banget. Notifikasi adalah musuh terbesar deep work. Satu notifikasi masuk dan lo liat, otak lo butuh 20-25 menit buat balik ke level fokus yang sama. Setel mode pesawat atau pake aplikasi pemblokir selama sesi eat the frog.
Janjiin ke diri lo sendiri: "Kalau gue selesai ngerjain ini, gue boleh minum kopi enak" atau "Gue boleh nonton YouTube 10 menit." Ini pake prinsip dopamine scheduling—otak lo belajar ngaitin kerja keras sama hadiah.
Setelah selesai, catat gimana rasanya. Apakah seberat yang lo bayangin? Biasanya nggak, kan? Semakin sering lo lakuin, makin ringan rasanya. Otak lo belajar kalau "oh, ini nggak seseram yang gue kira."
Masalah terbesar remote worker? Meeting pagi. Tiba-tiba ada yang schedule daily standup jam 8 pagi, padahal itu waktu paling produktif lo. Alhasil, katak lo numpuk sampai siang atau malah besok.
Gini caranya ngatasin:
🛠️ Tools yang lo butuhin: Todoist (buat track frog tiap hari), Notion (buat weekly review), atau kertas+bolpoin biasa. Nggak perlu ribet—yang penting konsisten.
Kalau lo udah baca buku Deep Work dari Cal Newport, konsep Eat That Frog itu sebenernya satu frekuensi. Deep work adalah kemampuan fokus penuh tanpa distraksi pada tugas yang butuh konsentrasi tinggi. Dan katak lo itu adalah tugas deep work yang paling penting.
Bedanya, Eat That Frog ngasih lo urutan prioritas yang jelas: kerjakan yang paling penting duluan. Deep Work ngasih lo kerangka waktunya: 60-90 menit tanpa gangguan. Gabungin dua teknik ini dan lo punya senjata produktivitas yang nggak terkalahkan.
Ok, gue dengar. Nggak semua orang bisa bangun pagi dengan semangat 45. Mungkin lo tipe night owl yang paling kreatif jam 11 malem. Itu sah-sah aja.
Prinsip Eat That Frog tetap berlaku, cuma waktunya lo sesuaikan. Tentukan kapan "pagi" lo. Kalau lo baru mulai kerja jam 11 siang, ya jam 11-12 itu adalah "pagi" lo. Yang penting: kerjakan katak lo di slot pertama dalam sesi kerja lo.
Kalau lo mau pelajarin lebih dalem soal chronotype dan energi biar tahu kapan waktu terbaik buat kerja, gue udah nulis panduan energy audit di sini.
Eat That Frog bukan sekadar teknik produktivitas—ini cara lo mengubah hubungan lo sama tugas berat. Dari yang tadinya lo hindari, jadi tantangan yang lo sambut. Dari yang bikin lo cemas, jadi hal yang lo pengen selesaiin duluan biar lega.
Coba besok pagi. Pilih satu katak. Jangan buka HP. Kerjakan 60 menit. Rasakan bedanya.
Kalau udah nyoba, kabarin gue. Atau share pengalaman lo di kolom komentar. Let's eat that frog! 🐸
Siap tingkatkan produktivitas lo?
Baca juga artikel Energy Audit buat evaluasi ritme energi harian lo biar makin optimal.